Faal hemostasis adalah suatu fungsi tubuh

 

PENDAHULUAN

Faal hemostasis adalah suatu fungsi tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan keenceran darah sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah dan menutup kerusakan pada dinding pembuluh darah sehingga mengurangi kehilangan darah pada saat terjadinya kerusakan pembuluh darah. Faal hemostasis melibatkan sistem berikut: sistem vaskular, sistem trombosit , sistem koagulasi dan  Sistem fibrinolisis.1

Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan atau ruptur, tubuh memiliki 3 mekanisme dasar untuk menghentikan perdarahan dan mencegah kehilangan darah (blood loss). 3 mekanisme dasar tersebut adalah : Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah, pembentukan sumbat trombosit (platelet plug), dan formasi bekuan darah (blood clot). Usaha penghentian perdarahan guna mencegah kehilangan darah ini dikenal dengan istilah hemostasis. 1,2

Kecenderungan trombosit untuk berkumpul pada bagian vaskuler yang mengalami cedera pertama kali diakui lebih dari 100 tahun yang lalu. Fenomena ini, paling tepat digambarkan sebagai kohesi trombosit meskipun lebih sering disebut sebagai agregasi trombosit, yang dengan cepat diidentifikasi penting dalam pembentukan sumbatan hemostasis. Diakui pula saat trombosit memainkan peran inti dalam perkembangan trombosis. 3

Agregasi trombosit pertama kali diakui pada tahun 1800-an setelah serangkaian penelitian yang dilakukan oleh Zahn (1872), Hayem (1878), Bizzozero (1881 dan 1882), Osler (1886), serta Eberth dan Schimmelbusch (1885-1888). Dengan menggunakan teknik pencitraan intravital, Bizzozero jelas menetapkan bahwa unsur-unsur sel kecil (dimana ia menciptakan istilah “Blut Plattchen” atau trombosit darah) berkumpul bersama pada bagian vaskuler yang rusak, suatu proses yang kemudian digambarkan sebagai metamorfosis yang saling merekat. Melalui serangkaian pengamatan yang mendalam, Bizzozero menggambarkan perubahan trombosit terjadi setelah terpapar permukaan asing, termasuk pembentukan agregat dan selanjutnya “trombus putih”. Dia juga dengan jelas menggambarkan sumbatan dari vaskuler kecil oleh trombus trombosit. Dianggap sebagai penemuan terbesar saat itu. Hal itu segera diapresiasi bahwa defek kualitatif dan kuantitatif pada trombosit dapat menyebabkan gangguan perdarahan.3

TROMBOSIT

  1. Asal Trombosit

Trombosit dihasilkan di dalam sumsum tulang dengan cara melepaskan diri (fragmentasi) dari perifer sitoplasma sel induknya (megakariosit) melalui rangsangan trombopoetin. Megakariosit berasal dari megakarioblas yang timbul dari proses diferensiasi sel asal hemapoetik Precursor mieloid paling awal yang membentuk megakariosit.5,6

Progenitor megakariosit

Sel induk pruripoten akan berdiferensiasi menjadi kumpulan  granulosit, eritosit, megakariosit dan makrofag yang di kenal dengan CFU-GEMM. Selanjutnya  CFU-GEMM akan berkembang menjadi CFU-EM yang akan berdiferensiasi menjadi gabungan dari eritrosit dan megakariosit.  Kemudian CFU-EM akan berdiferensiasi menjadi megakariosit dan dikenal dengan CFU-Meg. (gambar 1)5,6

Megakariosit matang, dengan proses replikasi endomitotik inti secara sinkron, volume, sitoplasmanya bertambah besar pada waktu jumlah inti bertambah dua kali lipat. Biasanya pada keadaan 8 inti, replikasi inti lebih lanjut dan pertumbuhan sel berhenti, sitoplasma menjadi granular dan selanjutnya trombosit dibebaskan. Setiap megakariosit menghasilkan sekitar 4000 trombosit. Pada manusia interval waktu dari diferensiasi sel asal sampai dihasilkan trombosit kurang lebih 7 – 10 hari.

Megakariosit dan trombosit
  1. Morfologi Trombosit

Dalam keadaan tidak teraktivasi, trombosit berbentuk cakram bikonveks dengan diameter 2-4 μm dan volumenya 7-8 fl. Selubung eksternal trombosit lebih tebal dan padat dari sel dan banyak mengandung glikoprotein yang berfungsi sebagai reseptor. Glikoprotein I dan V adalah reseptor untuk trombin, glikoprotein Ib merupakan reseptor untuk faktor Von Willebrand sedangkan glikoprotein II b dan III a adalah reseptor untuk fibrinogen.1,2

Struktur trombosit

Secara ultrastruktur trombosit dapat dibagi atas zona perifer, zona sol gel dan zona organella. Zona perifer terdiri atas glikokalik, suatu membran ekstra yang terletak di bagian paling luar; di dalamnya terdapat membran plasma dan lebih dalam lagi terdapat sistem kanal terbuka. Zona sol gel terdiri atas mikrotubulus, mikrofilamen, sistem tubulus padat (berisi nukleotida adenin dan kalsium). Selain itu juga terdapat trombostenin, suatu protein penting untuk fungsi kontraktil. Zona organella terdiri atas granula padat, mitokondria, granula α dan organella (lisosom dan retikulum endoplasmik). Granula padat berisi dan melepaskan nukleotida adenin, serotonin, katekolamin dan faktor trombosit. Sedangkan granula α berisi dan melepaskan fibrinogen.3,4

Agregrasi trombosit adalah perlekatan antara sesama trombosit. Dalam keadaan tidak aktif, trombosit tidak mudah melekat karena glikoprotein pada permukaan trombosit mengandung molekul sialic acid yang mengakibatkan permukaan trombosit bermuatan negatif sehingga trombosit saling tolak menolak.2

Walaupun tidak memiliki inti namun trombosit memiliki komponen- komponen sel yang umum dimiliki oleh sel. Di dalam sitoplasmanya trombosit memiliki mitokondria untuk mensintesis ADP dan ATP. Trombosit juga memiliki protein kontraktil aktin dan miosin serta trombostenin untuk kontraksi sel, badan golgi dan retikulum endoplasma untuk mensintesis berbagai enzim dan menyimpan ion kalsium, faktor stabilisasi fibrin, sistem enzim untuk mensintesis prostaglandin, dan faktor pertumbuhan yang akan menyebabkan endotel, sel otot polos dan fibroblas tumbuh untuk membantu memperbaiki pembuluh darah yang rusak.3

Membran sel trombosit terlapisi oleh glikoprotein. Glikoprotein ini mempunyai daya lekat terhadap pembuluh darah yang rusak sehingga mempermudah terjadinya sumbat trombosit luka di pembuluh darah. Tidak hanya itu membran sel trombosit juga mengandung fosfolipid yang berguna dalam proses koagulasi.3

 PERANAN TROMBOSIT PADA PERDARAHAN

Trombosit mempunyai peran penting dalam hemostasis, yaitu pembentukan dan stabilisasi sumbat trombosit. Pembentukan sumbat trombosit terjadi melalui beberapa tahap, yaitu adesi trombosit, agregasi trombosit dan reaksi pelepasan.3

Apabila pembuluh darah luka, maka sel endotel akan rusak sehingga jaringan ikat di bawah endotel akan terbuka. Hal ini akan mencetuskan adesi trombosit, yaitu suatu proses dimana trombosit akan melekat pada permukaan asing terutama serat kolagen. Adesi trombosit sangat tergantung pada protein plasma yang disebut faktor von Willebrand’s (vWF) yang disintesis oleh sel endotel dan megakariosit. Faktor ini berfungsi sebagai jembatan antara trombosit dan jaringan subendotel. Disamping melekat pada permukaan asing, trombosit akan melekat pada trombosit lain dan proses ini disebut agregasi trombosit

Adhesi trombosit

Pemajanan kolagen atau kerja trombin menyebabkan sekresi isi granula trombosit, yang meliputi ADP, serotonin, fibrinogen, enzim lisosom, β-tromboglobulin, dan faktor penetral heparin (faktor trombosit 4). Kolagen dan trombin mengaktifkan sintesis prostaglandin trombosit. Terjadi pelepasan diasilgliserol (yang mengaktifkan fosforilasi protein melalui protein kinase C) dan inositol trifosfat (yang menyebabkan pelepasan ion kalsium intrasel) dari membran, yang menyebabkan pembentukan suatu senyawa yang labil yaitu tromboksan A2, yang menurunkan kadar adenosin monofosfat siklik (cAMP) dalam trombosit serta mencetuskan reaksi pelepasan. Tromboksan A2 tidak hanya memperkuat agregasi trombosit, tetapi juga mempunyai aktivitas vasokonstriksi yang kuat. Reaksi pelepasan dihambat oleh zat-zat yang meningkatkan kadar cAMP trombosit. Salah satu zat yang berfungsi demikian adalah prostasiklin (PGI2) yang disintesis oleh sel endotel vaskular. Prostasiklin merupakan inhibitor agregasi trombosit yang kuat dan mencegah deposisi trombosit pada endotel vaskular normal.

Agregasi trombosit mula-mula dicetuskan oleh ADP yang dikeluarkan pada serat subendotel. Agregasi yang terbentuk disebut agregasi trombosit primer dan bersifat reversibel. Kemudian trombosit yang teraktivasi pada agregasi trombosit  juga akan melepaskan adenosin difosfat (adenosenzim fosfoliine diphosphate, ADP) sehingga terjadi agregasi trombosit sekunder yang bersifat irreversibel dan faktor pengaktivasi trombosit (platelet activating factor, PAF) yang bersama dengan tromboksan akan menarik lebih banyak trombosit ke tempat cedera dan membentuk sumbatan yang lunak. Sumbatan lunak ini kemudian diperkuat oleh fibrin.4,5

Homeostasis Primer

Disamping ADP, untuk agregasi trombosit diperlukan ion kalsium dan fibrinogen. Agregasi trombosit terjadi karena adanya pembentukan ikatan di antara fibrinogen yang melekat pada dinding trombosit dengan perantara ion kalsium. Mula-mula ADP akan terikat pada reseptornya di permukaan trombosit dan interaksi ini menyebabkan reseptor untuk fibrinogen terbuka sehingga memungkinkan ikatan antara fibrinogen dengan reseptor tersebut. Kemudian ion kalsium akan menghubungkan fibrinogen tersebut sehingga terjadi agregasi trombosit. Selain itu terjadi aktifasi enzim fosfolipase A2 sehingga fosfolipid yang terdapat pada dinding trombosit akan pecah dan melepaskan asam arakhidonat. Asam arakhidonat akan diubah oleh oleh enzim siklo-oksigenase menjadi prostaglandin G2 (PGG2) yang kemudian akan diubah menjadi prostaglandin H2 (PGH2) oleh enzim peroksidase. PGH2 akan diubah oleh enzim tromboksan sintetase menjadi tromboksan A2 (TxA2) yang akan merangsang agregasi trombosit.6,7

Reaksi pelepasan trombosit

Setelah agregasi trombosit dan pelepasan tersebut, fosfolipid membran yang terpajan (faktor trombosit, platelet faktor 3) tersedia untuk dua jenis reaksi dalam kaskade koagulasi, yang bergantung pada ion kalsium. Reaksi pertama (tenase) melibatkan faktor IXa, VIIIa, dan X dalam pembentukan faktor Xa. Reaksi kedua (protrombinase) menghasilkan pembentukan trombin dari interaksi faktor Xa, Va, dan protrombin (II). Permukaan fosfolipid membentuk cetakan yang ideal untuk konsentrasi dan orientasi protein-protein tersebut yang penting. Konsentrasi ADP yang tinggi, enzim yang dilepaskan selama reaksi pelepasan, dan protein kontraktil trombosit menyebabkan fusi yang irreversibel pada trombosit-trombosit yang beragregasi pada lokasi cedera vaskular. Trombin juga mendorong terjadinya fusi trombosit, dan pembentukan fibrin memperkuat stabilitas sumbat trombosit yang terbentuk. Platelet Derived Growth Factor (PDGF) yang ditemukan dalam granula spesifik merangsang sel-sel otot polos vaskular untuk memperbanyak diri, dan ini dapat mempercepat penyembuhan vaskular setelah cedera.

agregasi trombosit

KESIMPULAN

  1. Mekanisme dasar homeostasis adalah : Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah, pembentukan sumbat trombosit (platelet plug), dan formasi bekuan darah (blood clot).
  2. Trombosit berperan pada  pembentukan sumbatan mekanis sebagai respon hemostatik normal terhadap  cedera vaskular.
  3. Terdapat 5 fase fungsi trombosit. : Reaksi Adhesi, Reaksi Agregasi,  Reaksi pelepasan, prokoagulasi dan tissue repair.

  DAFTAR PUSTAKA

 Pittiglio DH. Introduction to hemostasis : an overview of hemostatis mechanism, platelet structure and function. In : Pittiglio DH, Sacher RA (eds). Clinical Hematology and fundamentals of hemostasis. Philadelphia : FA Davis, 2007:324-45.

  1. Jeremy P. T. Ward, Robert W. Clarke, Roger W. A. Linden. Trombosit dan hemostasis. In: Amalia Safitri, Rina Astikawati, ed. At a Glance Fisiologi. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2009;26-27.
  2. Shaun P. Jackson, The growing complexity of platelet aggregation. http://www.bloodjournal.org, 2011
  3. Mann KG. Biochemistry and physiology of blood coagulation. Thromb Haemost 2008; 82(2):165-74.
  4. Patel S R, Hartwig JH, Italiano JE, Jr: The biogenesis of platelet from megakaryosytes proplatelet. Hematology division, Department of Medicine, BRIGHAM AND Women’s Hospital, Boaton, Massachusetts, USA, 2005.
  5. Lichtman MA, Beutle E, Soligsohn U, Kaushansky K, Kipps TO: Megakariopoiesis and Thombopoiesis: Overview . Williams Hematology, edisi ke 7, Mc Graw-Hill Company.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page